Marzuki: Laporan Dahlan Soal DPR Pemeras Masih Tong Kosong
Ketua DPR Marzuki Alie mengaku sudah mendapatkan laporan Badan Kehormatan (BK) soal kicauan menteri BUMN, Dahlan Iskan perihal oknum pemeras BUNM. Namun, dalam laporan itu, kata Marzuki, belum menyinggung mengenai permasalahan uang.
"Saya melakukan pertemuan dengan lima anggota DPR. Dalam pertemuan itu terjadi diskusi seolah-seolah minta jatah. Itu saja. Tapi tidak ada bukti memeras, minta jatah, minta jatah itu dalam konteks apa juga tidak tahu," ujar Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Politisi partai Demokrat ini juga mengatakan, BK akan menindaklanjutinya dengan memanggil direksi BUMN yang menyampaikan informasi itu. "Apakah ada keinginan, niat atau ada sesuatu BUMN. Akan kita selesaikan," tuturnya.
Menurut Marzuki, tindakan Dahlan terlalu gegabah dengan menuduh dan menyampaikan data tersebut di ruang publik. "Padahal tidak ada apa-apa, tidak ada bukti akhirnya membuat gaduh politik, apalagi ini antar lembaga negara. Dia ekeskutif, masak nyerang parlemen," katanya.
Padahal, kata Marzuki, kedua lembaga saling menghormati sehingga bila terjadi masalah hukum dapat diserahkan ke KPK. "Itu kan masalah hukum, jangan dipublish di media, hasilnya apa, hasilnya hiruk pikuk saja," ujarnya.
Komentar
Posting Komentar