Mahfud MD Siap Hadapi Istana
-->
Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK), Mahfud MD menjawab rasa geram pihak istana. Dia menegaskan
siapapun tidak ada yang bisa melarang dirinya untuk bicara termasuk pemerintah
sekalipun. "Saya katakan ada 2 hal. Di dalam UU tidak ada larangan saya
bicara, kecuali berbicara terkait putusan dan rancangan UU. Tidak ada yang bisa
melarang saya diam," tegas Mahfud.
Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK), Mahfud MD menjawab rasa geram pihak istana. Dia menegaskan
siapapun tidak ada yang bisa melarang dirinya untuk bicara termasuk pemerintah
sekalipun. "Saya katakan ada 2 hal. Di dalam UU tidak ada larangan saya
bicara, kecuali berbicara terkait putusan dan rancangan UU. Tidak ada yang bisa
melarang saya diam," tegas Mahfud.
Hal itu
disampaikan Mahfud saat menjadi pembicara dalam acara Pidato Kebudayaan 2012
dengan tema " Mengembalikan Daulat Rakyat Demokrasi Kita" di Taman
Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).
Soal pernyataan
Mahfud, dia merasa apa yang diucapkan bukanlah sesuatu yang salah atau harus
dipermasalahkan. "Hanya saja saya berbicara kan bisa diwaktu seperti
sekarang ini memberikan pidato bukan sebagai ketua MK tapi sebagai hakim,"
imbuhnya.
Sebagaimana
diketahui, pihak Istana geram dengan pernyatan Mahfud MD soal dugaan mafia di
Istana soal grasi bagi terpidana narkoba Meirika Franola atau Ola. Mensesneg
Sudi Silalahi merasa tersinggung atas ucapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)
Mahfud MD soal grasi bagi terpidana kasus narkoba Meirika Franola atau Ola.
Sudi menyanggah tudingan Mahfud yang menyebut bahwa mafia hukum sudah masuk
Istana.
Grasi yang jadi
kontroversi itu diberikan kepada Ola. Dia dijatuhi hukuman mati karena hendak
membawa 6 kg heroin dan sabu ke Inggris. Presiden SBY lalu memberinya
pengampunan menjadi hukuman seumur hidup. Tak dinyana, Ola diduga tetap
mengotaki peredaran narkoba dari balik penjara sehingga banyak desakan agar
grasi itu dicabut.
Komentar
Posting Komentar