Bentrok di Kwamki Narama, Demianus Ditemukan Tewas

Minggu pagi (3/6) Demianus Ongomang warga kampung Harapan ditemukan tewas di belakang Gereja Frodensia, terletak di antara dua kampung bertikai di Distirk Kwamki Narama.
Ia tewas akibat terkena anak panah dari rekanya sendiri saat hendak menyerang kampung Amole dari belakang permukiman warga. Dan pada siang ini, Demianus akan langsung dibakar sebagaimana ritual warga pegunungan tengah Papua terhadap korban meninggal dalam perang adat.

Bentrokan terjadi sejak hari Sabtu kemarin antara ratusan dari Kampung Harapan dan Kampung Amole. keduanya terlibat saling serang menggunakan berbagai senjata tajam (atribut perang suku pegunungan tengah Papua) di Jalan Kanguru, Distrik Kwamki Narama, Mimika, perbatasan dua kampung bertikai.

Dan hingga Minggu (3/6) siang pertikaan kedua kampung belum juga reda, kedua kampung masih nampak bersiaga dengan membawa senjata tajam tradisional, panah. Bahkan jumlah warga yang terlibat dari kedua belah pihak semakin banyak, dan sesekali dari masing-masing kelompok warga saling melempar tantangan atau buang suara.

Bentrokan ini dipicu oleh kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa waktu lalu, mengakibatkan satu warga Kampung Harapan meninggal dunia. Warga kampung Harapan yang menuding ada faktor kesengajaan dalam kecelakaan lalu lintas ini kemudian menyerang warga Kampung Amole

Sementara, berbagai cara telah dilakukan guna meminimalkan terjadinya bentrok susulan, sejak tadi malam, sebanyak 1 peleton anggota Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Mimika berjaga di Jalan Kanguru.

Begitupula dengan cara persuasif yang dilakukan Polres Mimika, yang dipimpin langsung Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Deny Siregar, bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh agama di Kwamki Narama belum mendapat respons positif dari kelompok yang bertikai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak