Peritikaian Dua Mahkota Kerajaan Solo, Ditengahi Joko Widodo



Meninggalnya SDISKS Paku Buwono XIII pada tahun 2004, meninggalkan tahta kerajaan yang menjadi rebutan bagi kedua putranya, yakni Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (SDISKS) Paku Buwono XIII dengan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan untuk memperebutkan tahta kerjaan kota Solo, akhir dapat didamaikan.

Dalam perdamian, Walikota Surakarta, Joko Widodo menjadi penengah dalam rekonsiliasi perebutan kekuasaan Keraton Surakarta di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, pada 16 Mei 2012 lalu.

"Saya kan sebagai walikota solo itu sudah berusaha memproses merukunkan beliau berdua ini sudah 8 bulan. kemudian kemarin sudah ada kesepakatan dan kita amat berbahagia sekali beliau berdua bisa rukun," ujarnya kepada wartawan di kediaman Mooryati Soedibyo, Jl. Mangun Sarkoro Nom. 69, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2012).

Dan untuk selanjutnya, pria yang juga menjadi calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut mengungkapkan akan menyerahkan manajemen keraton sepenuhnya ke pihak kerabat serta abdi dalem untuk dikelola dengan baik.

"Fungsi pemerintah cuma sebatas merukunkan, kemudian manajemen keraton kita serahkan ke kerabat, mudah-mudahan tidak ada permasalahan lagi," lanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak