Pementasan Syekh Siti Jenar
Matainfo (Kamis, 24/5/2012) - Persiapan gladi resik Teater Syahid telah matang untuk mementaskan sebuah pergelaran Syekh Siti Jenar Babad Geger Pengging yang diselenggarakan selama 3 hari, Jum'at-Minggu (25 s/d 27 Mei 2012) pukul 20.00 s/d 22.00 WIB di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki silam.
Teater Syahid sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Kisah ini merupakan karya Saini KM seorang penulis sastra lakon dan aktif dalam bidang teater, yang kemudian dipentaskan dalam sebuah teater oleh Arie Batubara selaku sutradara.
Setelah dicermati lebih dalam, ternyata pementasan yang diperankan oleh kru Teater Syahid ini bukanlah naskah yang sebenarnya (sejarah), melainkan hanya sebuah pemikiran sang penulis yang disatupadukan dengan imajinasi kehidupan sehari-hari, tutur Iman Hamdani selaku aktor Syekh Siti Jenar.
Kesimpulan dalam pementasan tersebut, bahwa Syekh Siti Jenar adalah ulama yang mempunyai ajaran agama menyesatkan dan banyak diikuti oleh pengikutnya pada zaman Kesultanan Demak. Adapun salah satu pengikutnya yang sangat fanatik sekali, yaitu Ki Ageng Pengging (biasa disebut Kebo Kenongo). Saking fanatiknya, dia melakukan pemberontakan di daerah tersebut. Namun pemberontakan tersebut berhasil ditumpas habis.
Lalu kepemerintahan Kesultanan Demak mengambil sikap untuk mengadili Syekh Siti Jenar, di hadapan muka pengadilan dia diberi kesempatan untuk mengakui kesalahannya dan bertobat, tapi hal itu tidak digubris sama sekali dan lebih memilih untuk diadili sampai akhir hayatnya. Akhirnya pengadilan Kesultanan Demak memutuskan Syekh Siti Jenar dihukum mati dengan cara dipancung.
Teater Syahid sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Kisah ini merupakan karya Saini KM seorang penulis sastra lakon dan aktif dalam bidang teater, yang kemudian dipentaskan dalam sebuah teater oleh Arie Batubara selaku sutradara.
Setelah dicermati lebih dalam, ternyata pementasan yang diperankan oleh kru Teater Syahid ini bukanlah naskah yang sebenarnya (sejarah), melainkan hanya sebuah pemikiran sang penulis yang disatupadukan dengan imajinasi kehidupan sehari-hari, tutur Iman Hamdani selaku aktor Syekh Siti Jenar.
Kesimpulan dalam pementasan tersebut, bahwa Syekh Siti Jenar adalah ulama yang mempunyai ajaran agama menyesatkan dan banyak diikuti oleh pengikutnya pada zaman Kesultanan Demak. Adapun salah satu pengikutnya yang sangat fanatik sekali, yaitu Ki Ageng Pengging (biasa disebut Kebo Kenongo). Saking fanatiknya, dia melakukan pemberontakan di daerah tersebut. Namun pemberontakan tersebut berhasil ditumpas habis.
Lalu kepemerintahan Kesultanan Demak mengambil sikap untuk mengadili Syekh Siti Jenar, di hadapan muka pengadilan dia diberi kesempatan untuk mengakui kesalahannya dan bertobat, tapi hal itu tidak digubris sama sekali dan lebih memilih untuk diadili sampai akhir hayatnya. Akhirnya pengadilan Kesultanan Demak memutuskan Syekh Siti Jenar dihukum mati dengan cara dipancung.
Komentar
Posting Komentar