Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi


Pada acara peresmian patung Sagung Wah, di Pusat kota Tabanan, Bali, Minggu (20/5) berjalan cukup meriah, dalam acara terdapat  pementasan drama tari oleh pelajar sekolah menengah di Tabanan dan pembacaan puisi oleh sastrawan Tabanan, I Gusti Putu Bawa Samar Gantang.

Keterlibatan mereka dalam Patung Sagung Wah yang merupakan perempuan pejuang dari Puri Tabanan, didirikan di Tabanan adalah karya seniman asal Tabanan, Nyoman Nuarta.

Dalam pertunjukan tersebut, drama yang diperankan dari puluhan pelajar mengakat perjuangan Sagung Wah, putri Raja Tabanan, yang berperang melawan penjajah Belanda pada tahun 1906.

Hal serupa dengan pembacaan puisi, yang dibacakan sastrawan Bawa Samar Gantang, berjudul Sagung Wah dan mengisahkan pertempuran Sagung Wah.

Pergelaran drama tari dan pembacaan puisi itu dilangsungkan, setelah seluruh rangkaian upacara pamelaspasan dan persembahyangan selesai dilaksanakan.

Patung Sagung Wah dipasang menghadap selatan, dengan wajah yang sedikit menoleh ke arah barat, yakni ke arah Pura Luhur Puser Tasik Puser Jagat, yang dahulu adalah jantung Puri Tabanan. Patung setinggi kira-kira sembilan meter dengan bahan tembaga dan kuningan itu, akan menjadi ikon Kabupaten Tabanan dan mempercantik wajah kota Tabanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Butuh Presiden Galak