Menjelang Masa Kampanye, Anggaran Masih Tertutup
Menjelang masa kampanye pada pilkada DKI Jakarta, masih banyak para calon yang belum memaparkan dana yang digunakan untuk kampanye secara transparan terhadap publik.
"Hingga saat ini baru Faisal Basri dan Jokowi yang membuka sumber dananya ke publik. Itu pun cuma sekali," kata Nurkholis Hidayat, Direktur LBH Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Nurkholis mengucapkan, seharusnya para pasangan calon peserta Pilkada bersedia memaparkan dari mana sumber dana kampanye, terutama jika mereka berkomitmen pada transparansi.
Bukan sebaliknya, hampir sebagian besar pasangan calon justru memilih untuk menutup rapat sumber dana masing-masing. Dikhawatirkan, ketidakterbukaan ini bisa berujung pada politik uang yang kerap terjadi dalam berbagai macam pemilihan pemimpin yang melibatkan warga.
"Ada dana pemilu yang berasal dari APBD. Tapi ada juga yang disumbangkan perorangan atau badan usaha. Yang kami khawatirkan, dari sinilah dana-dana siluman dari para cukong bisa berseliweran bebas," kata Nurkholis.
Dan sebelum masa kampanye dimulai, dia berharap agar para colon bersedia menyajikan segala bentuk sumbangan ke publik, baik dari perorangan maupun kelompok, atau badan hukum yang mereka terima.
Komentar
Posting Komentar