Peresmian Busway Membuat Dampak Kemacetan Lagi

Matainfo - Peresmian Transjakarta atau yang sering lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama busway, telah membuka koridor XI jurusan Kp. Melayu-Pulogebang. Koridor ini diresmikan pada hari ini dan telah diuji coba oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dari terminal Kp. Melayu.

Tetapi dalam sementara ini, akhir dari koridor hanya sampai di Kantor Walikota Jakarta Timur saja. Di halte ini memiliki fasilitas 2 jenis ruang toilet (umum dan khusus penyandang cacat), hal ini diadakan sesuai dengan Perda No. 10/2011 yang berbunyi "Bangunan fasilitas publik harus dilengkapi sarana aksesibilitas bagi penyandang cacat".

Di koridor ini, menyediakan 15 halte sepanjang jurusan Kp. Melayu - Pulogebang, yang meliputi halte layang dan halte tingkat. Bahkan, salah satu halte di sepanjang koridor ini dirancang dengan ukuran besarnya 16x27 meter, halte tersebut terletak di Kantor Walikota Jakarta Timur. Dan jarak tempuhnya memakan waktu 45 menit dari Kantor Walikota Jakarta Timur hingga Kp. Melayu. Sementara sebaliknya memakan waktu 52 menit.

Lalu, bus yang akan beroperasi di jalur ini sebanyak 21 armada bus gandeng (articulated). Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, menjelaskan kesiapan sudah mencapai 100%, sehingga koridor ini dapat dioperasikan dengan baik. Pristono juga menjelaskan bahwasanya target daya angkut per hari oleh koridor ini sekitar 40.000 penumpang.

Akan tetapi, dalam peresmian uji coba ini masih mengalami kekurangan. Menurut Udar, mengakui masih ada dahan pohon yang menghalangi dan separator yang belum terpasang. Hanya saja dalam uji coba ini dilakukan pada saat lenggang, jika di waktu aktif maka perkiraan gangguan lalu lintas akan berdampak besar, karena di jalur koridor ini terdapat banyak jalur campuran (mix traffic).

Fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah memang sudah seharusnya untuk dilaksanakan. Akan tetapi, pihak-pihak yang terkait dalam proyek ini, juga harus melihat dampak-dampaknya juga seperti kemanan di busway sendiri dan keadaan lalu lintas di kota Jakarta ini yang padat. Jika hal ini masih terus dibiarkan saja, maka kelancaran pengoperasian busway sendiri akan terhambat. 

Namun, harus diperhatikan lagi terhadap koridor-koridor lain, seperti koridor VII (Lebak Bulus-Harmoni). Keadaan lalu lintas di jalur ini masih sangat semerawut, apalagi masih banyak kendaraan selain busway yang turut andil dalam pemakaian jalur tersebut. Pada akhirnya, armada busway datang terlambat melayani masyarakat.

Sementara itu, dari pantauan koridor VIII masih terdapat busway yang telat transit karena terhambat lalu lintas. Separator-separator di jalur ini berbeda dengan yang ada di jalur XI, kebanyakan separator di jalur ini hancur karena dilindas oleh mobil-mobil besar yang memasuki jalur ini dengan seenaknya.

Seharusnya pihak DLLAJ, dinas perhubungan serta dinas lalu lintas, harus berupaya dalam menangani masalah ini. Oleh karena itu, jika semua turut berpartisipasi mendukung perubahan pembangunan nasional, maka tidak ada lagi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang akan menelan korban jiwa.

Dan pemerintah juga harus mengevaluasi ulang terhadap apa-apa yang sudah dilakukan di tahun 2011 ini, agar nanti ketika sudah memasuki tahun 2012, kinerja transportasi Transjakarta ini akan lebih baik lagi ke depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak