Pengunjung Diingatkan Dengan Tikus

Matainfo-Jakarta, tepat tanggal, (9/12) merupakan Hari Anti Korupsi Sedunia, peringatan hari anti korupsi disambut dengan demonstran, para demonstran mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang beralamatkan, Jl Hr Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Dan ternyata tak hanya para mahasiswa yang mengelar demostrasi, para budayawan seperti Taufik Ismail, Slamet Raharjo, Arswendo, Sujiwotejo, dan budayawan lainnya. Mereka para budayawan melakukan karya seni karya mereka dalam acara saresahan dengan tema "Saresahan Budaya."

Dan salah satu yang mempertunjukan karya seninya adalah Isa, seorang Pelukis asal Bandung, atas apa yang dilakukanya menjadi pusat perhatiaan, perhatian terhadap seorang pria berambut ikal sebahu dengan kostum hitam-hitam, ia sedang menabur bedak ke kain hitam ukuran 1 x 4 meter. Tak lama berselang, pria berambut ikal pun mengangkat guntingan kertas menyerupai tikus dari hamparan kain tadi.

Lalu, pola serupa tikus yang sudah berlumur bedak dan berjumlah 25 buah itu pun dibagi-bagikan ke pengunjung.

Kenapa tikus, sebab tikus sudah hal yang lumrah untuk mengidentikan koruptur, maka tikus adalah perempamaan, ujar pemilik rambut ikal, bernama Isa. Dan Isa juga menambahkan, semoga saja dengan dibagikan tikus kepada para pengunjung dapat mengingatkan pengunjung untuk memberantas korupsi,"

Isa juga menambahkan alasanya menggunakan kain berwarna hitam, hal ini tak lain karena koruptor bersal dari kegelapan dan tidak ketahuan. Maka untuk itu, diharapakan terdapat lembaga yang dapat memberantas koruptor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak