Mengatasi anak usia beranjak remaja yang suka melawan orang tua

Matainfo - Masalah paling banyak yang dihadapi orangtua ketika anaknya beranjak remaja adalah anak menjadi susah diatur dan selalu ingin memberontak. Bahkan, ada pula remaja yang jika tidak dituruti kemauannya, ulahnya jadi macam-macam. Misalnya tidak sopan kepada orangtua, malas sekolah, diminta bantuan tidak mau membantu, paling parah adalah keluyuran sepanjang hari.
Jika dinasihati, nasihat yang diberikan masuk telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Anak seperti ini tentu saja membuat bingung dan sedih orangtua. Padahal, bagi orangtua, keberhasilan si remaja menjadi impian dan alangkah bahagianya jika mempunyai anak yang patuh, rajin, pandai, dan penurut.
"Masa remaja atau usia muda adalah usia paling rawan dalam kehidupan anak-anak. Salah mendidik, anak akan menjadi sosok yang angkuh, egois dan pemberontak," kata psikolog anak alumni Universitas Indonesia (UI), Dr. Farah Agustin.
Ditambahkannya, pada usia seperti ini, anak remaja sudah tentu tidak dapat dikerasi seperti dipukul atau dimarahi dengan kalimat kasar karena mereka akan melawan dan semakin menjadi-jadi. Tetapi, jika mereka dinasihati baik-baik pun tidak mau mendengar, malah jadi besar kepala. "Solusinya adalah mengetahui apa yang membuat mereka menjadi seperti itu. Karena biasanya, anak remaja usia muda sedikit tertutup kepada keluarga," katanya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak usia beranjak remaja yang suka melawan orang tua :
1. Jangan mencoba menanamkan kebijakan Anda kepada anak atau menghalangi mereka untuk mengalami konsekuensi perbuatan mereka sendiri. Anak harus mengalami sendiri bagaimana kehidupan itu sehingga dengan bijak bisa memecahkan persoalannya sendiri.
2. Secara emosional, lepaskan diri Anda dari persoalan, bukan dari si anak. Dengan demikian anak dipaksa memecahkan sendiri persoalannya.
3. Biarkan anak tahu perasaannya sendiri dan bahwa Anda turut bersedih saat mengalami kejadian yang kurang menyenangkan atau menyakitkan.
4. Jangan mencoba merintangi anak dari pengalaman yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Ia perlu merasakan kehidupan untuk dapat belajar sesuatu.
Komentar
Posting Komentar