Tuhanpun di pecundangi

Dalam pidato kebudayaan yang diadakan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (10/11). Busyro Muqoddas yang membacakan orasi tentang kebudayaan korupsi yang dibacakan pada malam hari, dan cukup panjang, Busyro bercanda bagaimana Tuhan sudah dipecundangi.

Ia bercerita saat itu sebelum Busyro Muqoddas menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia menemukan hakim, seorang hamkim yang mendapatkan sogokan dari mafia pajak, Gayus Tambunan.

Dalam diolog yang terjadi antara Busyro dan hakim tersebut, ia menayakan perihal sogokan yang dilakukan oleh Gayus, lalu sang hakim menjawab "Demi Allah, saya tidak menerima sogokan." Busyro mencoba bertanya kembali "Benar bapak tidak menerima sogokan?"

Sang hakim terdiam untuk beberapa saat, lalu hakim membenarkan perihal bahwa ia menerima sogokan dalam jumlah 50 Juta. Busyro kembali bertanya, "Untuk apa uang tersebut?" Dengan santai dan tenang sang hakim menjawab "Saya telah pakai untuk Umroh."

Pada kedua jawaban yang diungkapkan oleh hakim, yang sebelumnya ia telah membawa Allah untuk dalam kebenaranya, dan yang kedua Tuhan dipecundangi dengan didatangi tempat suci oleh orang yang disogok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak