Stop AIDS: AS Memperingati Hari AIDS Sedunia

STOP AIDS
Pada 30 tahun yang lalu ketika AIDS pertama kali dilaporkan, penyakit itu merupakan penyakit yang paling ganas dan mematikan. Penyakit itu berawal dari wilayah Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, pada dasarnya 1,2 juta orang di wilayah tersebut positif terjangkit virus HIV. Akan tetapi 20 % dari mereka, tidak mengetahui ada kabar mengenai tersebarnya virus HIV.


Maka dari pada itu, pada tahun ini penduduk setempat sedang memperingati hari AIDS sedunia yang bertepatan pada tanggal 1 Desember 2011. Bakan seluruh dunia pun, turut memperingati hari AIDS, yang bertujuan untuk melawan penderitaan bagi pengidap virus HIV/AIDS tersebut dan memberikan harapan bagi orang lain yang terjangkit virus tersebut, bahwasanya dapat disembuhkan.


David Morris, 57, warga Dorchester yang pernah mengidap virus tersebut, mengatakan "ini akan menjadi 30 tahun pada malam tahun baru". Penyakit ini telah menelan korban atas emosional dan fisiknya. Selain itu juga, dia tidak mudah putus asa untuk berjuang melawan virus tersebut. Dan dia termasuk orang yang mencurahkan waktunya untuk bekerja sebagai Konselor HIV/AIDS pada Apotek Kesehatan Farmasi.


Menurut Theresa Nowlin, "saya selalu berfikir, bahwasanya saya belum siap untuk pergi, oleh karena itu saya terus berjuang melawan virus tersebut, dan virus ini bukan merupakan hukuman mati". Lalu, dia pernah diuji dan diambil sampel darahnya guna pemeriksaan tes HIV/AIDS. Namun, dokter menyatakan bahwasanya Nowlin positif terinfeksi HIV/AIDS, pada tahun 1986, tetapi dia tidak mempercayai hal itu. Sampai tahun 1991, ketika dirinya sedang hamil muda dan melakukan pengecekan terhadap dirinya, dokter yang berbeda mengatakan hal yang sama seperti dikatakan sebelumnya, yang akhirnya dia percaya akan hal itu. Setelah Nowlin percaya, dia segera melakukan pencegahan serta pengobatan secara intensif. Kemudian, beberapa bulan setelah dinyatakan sembuh oleh dokter, Nowlin melahirkan anak yang sehat tanpa penyakit.


Dari kasus tersebut, kini lembaga organisasi Boston Live Center mendukung dan membantu para pengidap virus HIV/AIDS. Dan sekarang, Theresa Nowlin bekerja di lembaga tersebut, sebagai resepsionis dan advokat sebaya, guna membantu orang lain yang merasa kehilangan dan putus asa atas mendengar diagnosa mereka. Selain itu, ada juga penduduk Boston yang berumur 48 tahun (mantan pengidap HIV/AIDS), sekarang bekerja di lembaga tersebut membantu yang lain dengan memberikan tempat berlindung dan semangat terhadap orang lain di lembaga Boston Live Center, lembaga ini mempunyai motto "Membantu Menjalani Hidup Secara Maksimal".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak