Konsultan Seks Mengagur

Tebet, Jakarta,(17/11) Matainfo.com- kasus yang menimpa salah satu konsultan seks, sehingga membuanya mengagur selama selama 6 bulan. Hal ini menimpa pada dr Boyke Dian Nugraha. Atas apa yang menimpanya, ia mengutarakan dalam konferensi persnya di Klinik Pasutri, Tebet, Kamis (17/11)

Mengenai apa yang menimpanya, berupa pencabutan terhadap izin usahanya diakibatkan oleh surat izin praktek. Ia menambahkan, maka dengan demikian dia dianggap praktik tanpa memiliki surat pratik, dan ia pun mengakui atas kelalaian dirinya untuk mengurus surat izin tersebut.

Pada persoalan izin ini, dr Boyke menjelaskan bahwa izin praktik yang lama keluar itu menurutnya karena ada kebijakan Pemda DKI yang menyebut perumahan tidak boleh dijadikan tempat usaha/praktek. Ia mengungkapkan ada prosedur yang panjang, karena dulu ia sudah punya izin praktik jadi ia berpikir kenapa masih harus urus-urus lagi.

"Saya sudah urus tapi masih ada yang kurang karena macam-macam kan syaratnya, nah itulah kelalaian saya sehingga saya dianggap berpraktik tapi tidak punya izin praktik. Padahal saya sudah jelaskan kalau saya sudah urus tapi kan itu butuh proses."


Maka atas masalah tersebut, dia mendapatkan keputusan dari Sidang Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang memutuskan untuk mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dr Boyke Dian Nugraha, SpOG selama 6 bulan dan terhitung dari hari Kamis siang.

Dengan pencabutan STR tersebut, sudah dipastikan dokter Boyke tidak bisa praktik selama 6 bulan. Kasus yang menimpa dirinya terjadi, disebakan oleh laporan dari anak pasien yang melapor, dia melaporkan saya ke MKDKI, dengan alasan ingin memberi pelajaran pada dr Boyke supaya lebih care karena mungkin dulu saya sering pergi-pergi. Tapi kan saya cuma merujuk dan yang operasi ada tim yang lain bukan saya, darisitulah saya mulai dipanggil-panggil,"

Sebuah perlaporan oleh seorang anak pasien, yang ibunya berobat pada 1,5 tahun yang lalu. Kejadiannya berawal dari datangnya seorang pasien Ny S ke tempat praktiknya Klinik Pasutri di Tebet Jakarta.

Si pasien mengaku sudah mencari dr Boyke kemana-mana termasuk ke Dharmais hingga akhirnya ketemu di klinik pasutri ini. Pasien ini datang dengan rasa sakit dan sudah 2 kali operasi di Cikini tapi dokternya sudah meninggal.

Namun pasien tersebut tetap kekeuh ingin operasi di klinik pasutri dan saya yang menanganinya, meskipun sudah saya jelaskan kepadanya, bahwa di sini bukan rumah sakit. Walaupun demikian pasien tersebut masih tetap sama pendiriannya, yang membuat pada akhirnya saya bilang yuk, saya bikin surat rujukan," ujar dr Boyke Dian dr Boyke.

Boyke pun menambahkan dengan mengulang apa yang diungkapkan pasien itu, "'Dok, saya jauh-jauh dari Jambi, tiap tengah malam saya sembahyang dan yang tertampak wajah dokter, tolonglah dokter bantu saya".

Akhirnya dr Boyke pun merujuk ibu S ke rumah sakit di sebuah kawasan Gandaria Jakarta Selatan, yang mana ada adik ipar dr Boyke di rumah sakit tersebut, sehingga ia berharap bisa ikut menemani ibu ini saat di operasi. Karena kalau di tempat lain ia tidak mengenal dokternya.

dr Boyke pun mendampingi selama operasi, ia pakai baju (baju operasi) dan tim dokter operasi juga sudah ada. Pada waktu itu ketika dibuka kondisinya memang sulit, sebab ada kista, myom dan perlengketan karena sudah 2 kali operasi, tapi karena ada dokter bedah digestif maka bisa ditolong.

"Saya hanya merujuk, pasiennya sendiri yang datang dan minta didampingi, saya suruh ke Dharmais ia tidak mau, apalagi sih yang saya enggak penuhi, saya harus bagaimana lagi. Kok malah 1,5 tahun mereka baru menuntut, kenapa tidak setelah itu saja. Yah saya tidak mengerti," jelas Boyke.

Mengenai apa yang dialaminya, MKDKI menjelaskan tidak ada malpraktik, hanya pelanggaran disiplin karena dr Boyke itu tidak mengurus lagi atau tidak memperpanjang surat izin praktiknya dan kasus ini tidak bisa dibawa ke lajur hukum karena ini masalah etika, jadi saksinya administrasi dan mau direkomendasikan untuk dibekukan STR-nya," ungkapnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak