Jamu Brand of Indonesia
Dari data WHO (2005), sekira 80 persen penduduk
dunia pernah menggunakan obat herbal. Di Indonesia, jamu sebagai bagian dari obat herbal atau ramuan telah diterima dan digunakan secara luas oleh masyarakat dalam rangka pemeliharaan kesehatan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (2010), sekira 59,12 persen penduduk Indonesia pernah mengonsumsi jamu dan 95,6 persen diantaranya merasakan khasiat jamu bagi kesehatannya.
Jamu yang merupakan salah satu obat herbal asal Indonesia mulai dikenal di belahan dunia lain. Hal ini salah satunya karena banyak masyarak yang frustasi juga karena mereka merasa penyakitnya tidak dapat diobati dengan hanya dibawa ke dokter. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat menuju konsep back to nature. Sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar kedua di dunia, Indonesia mempunyai sekitar 30.000 jenis tanaman dan dari jumlah tersebut sebanyak 9.600 terbukti berkhasiat sebagai obat, namun yang kita manfaatkan masih sangat terbatas.
Jamu sebagai "Brand of Indonesia" telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada 2008. Hal ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan jamu ke dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Program Saintifikasi Jamu dilaksanakan dalam rangka penyediaan jamu yang aman dan memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 003/2010 tentang Saintifikasi Jamu dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan.
Komentar
Posting Komentar