Ekonoi China Yang masih merambat naik ditengah krisis

Di tengah risiko krisis utang Eropa dan kekhawatiran terhadap utang pemerintah lokal China. Bank dunia memprediksikan China masih bisa merambat naik, tumbuh walau pelan dengan menggunakan pelonggaran dalam hal kebijakan moneter.
Memang karna krisis di Eropa, China memperoleh permintaan yang menurun terutama dari negara-egara maju. China akan tumbuh 9,1 persen tahun ini, Bank Dunia mengatakan, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 9,0 persen yang dikeluarkan pada bulan Maret. Pada 2012, pertumbuhan akan melambat menjadi 8,4 persen. Pertumbuhan China tahun ini di bawah tahun lalu karena permintaan eksternal melemah dan ekspor merugikan investasi. Pengetatan kebijakan moneter juga investasi yang lambat tahun ini, tapi sekarang ada lebih banyak ruang untuk menormalkan kebijakan karena inflasi berkurang.
Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan mengatakan pada akhir pekan bahwa resesi global pasti jangka panjang dan China harus fokus pada pemecahan masalah dalam perekonomian. "Kebijakan untuk mengekang harga tanah naik dapat menaruh beberapa pemerintah daerah yang meminjam banyak di bawah tekanan," kata Bank Dunia.
Namun, deleveraging tidak mungkin untuk mencocokkan skala pasar properti AS akibat China cenderung untuk menempatkan lebih banyak uang di muka dan memiliki hipotek yang lebih kecil.
Tidak termasuk China, negara berkembang Asia Timur akan tumbuh 4,7 persen tahun ini, jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya 5,3 persen pertumbuhan akibat perlambatan di negara maju dan pertumbuhan kebijakan moneter yang ketat. Investor memindahkan uang dari negara-negara Asia dan ini dapat menyebabkan volatilitas yang lebih di pasar saham dan obligasi, tetapi ini bisa membantu beberapa negara berusaha menahan harga aset.
Negara-negara Asia juga bisa menghadapi kelebihan signifikan jika restrukturisasi utang yang kacau di Eropa akan menyakiti aliran perdagangan dan keuangan. Keuangan publik memberikan banyak ruang untuk meningkatkan stimulus negara-negara Asia jika diperlukan, tetapi pemerintah harus fokus pada investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendidikan, jaminan sosial dan produktivitas tenaga kerja, dan tetap terus memberdayakan sektor riil.
Komentar
Posting Komentar