Patok Munculkan Nasionalis
Persolan Indonesia dan Negara tentangga kembali memanas. Hal tersebut, terjadi setelah ada pernyataan dari Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin yang menemukan adanya pergeseran patok di wilayah perbatasan RI dengan Malaysia di Camar Bulan, Kalimantan Barat.
Atas apa yang disampaikannya, membuat kenangan pahit yang pernah terjadi , sebuah kenangan yang harus hilangnya kedua pulau , yakni Pulau Sipadan-Ligitan. Kedua pulau yang telah diputuskan Mahkamah Internasional (International Court of Justice) dengan keputusan kedua pulau tersebut dimiliki oleh Malaysia. Dan belum lagi perihal pulau Ambalat.
Dan tak hanya rasa trauma, rasa nasionalis mulai terbangkitkan kembali. Namun, dibalik penemuan tersebut, teradapat beberapa pihak yang mengatakan hingga mentri luar Negri Malaysia yang mengatakan tidak ada pencaplokan terhadap Indonesia. Mengania hal tersebut diperkuat kembali oleh Panglima Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman, Mayor Jenderal TNI, Tan Aspan, menyatakan, tidak ada pergeseran patok di perbatasan Indonesia dengan Malaysia di wilayah Kalimantan Timur.
Tapi, apa yang menimpa hal seperti seharusnya pemerintah mempuanyai peranan aktiv terhadap persoalan perbatasan, jagan sampai persoalan patok membuat orang-orang Indonesia ramai untuk berbicara tentang patok, dan yang utama perihal hilangnya kedua wilayah akan terjadi yang keduakalinya.
Dan untuk saat ini yang terpenting adalah bagaimana Pemerinta dapat menjelasakan perihal patok tersebut terhadap masyarakat Indonesia, peta dan kesepakatan Indonesia-Malaysia terkait perbatasan darat di wilayah tersebut, ujar Hikmahanto
Komentar
Posting Komentar