Langsung ke konten utama

“Negara pasti hancur”

Setidaknya ungkapan itu yang terlontar darinya, ia juga menambahkan bahwa untuk saat ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sudah tidak ada. Masyarakat semakin pesimis, maka dengan pesimisnya masyarakat bisa akan menimbulkan hancurnya negara.

Dan seharusnya sekarang yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperbaiki kinerja yang lebih jelas, hal ini tak lain agar tumbuh kepercayaan kembali terhadap pemerintah , maka dengan demikian dapat menjaga kembali bangsa ini, celutuk Agus Kucoro saat berbincang di warkop kampung utang (15/10).

Tapi apa yang dilakuakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat tiga tahun menjelang akhir periodenya. SBY melakukan malah reshuffle (Perombakan Kabinet), dengan nama kabinet bersatu jilid II. Dan dalam perombakan kabinet sendiri akan bertambah berserta para wakil mentri.

Maka atas apa yang dilakukan oleh SBY oleh sebagaian para masyarakat adalah halnya yang mubazir, terutama dengan bertambahnya wakil mentri hanya akan membengkatkan anggaran yang dikeluarkan untuk menggajih mereka, maka siapa yang akan dirugikan dan bukan membuatnya tumbuhnya kepercayaan, tapi bisa menghilangkan kepercayaan itu sendiri? Tambahnya.

Komentar tentang apa yang telah dilakukan oleh SBY juga diungkapan oleh Pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, mengutip dari tempo interaktif, Jum’at 14 Oktober 2011, “menilai komposisi reshuffle kabinet masih didominasi partai politik. Menurutnya, reshuffle yang digelar SBY hanya bagi-bagi kursi.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru SD Tewas Ditembak Penembak Misterius

Patung Sagung Wah, Diresmikan Dengan Pementasan Drama dan Puisi

Butuh Presiden Galak