Masuk ke Mulut Buaya

Dengan kematian Muammar Khadafi, rakyat Libya merasakan sebuah kemenangan, setelah berapa lamanya mereka berjuang guna meruntuhkan presiden Khadafi. Khadafi sendiri oleh sebagaian rakyat Libya adalah orang yang diktaktor.
kediktoran Khadafi yang memimpin masyarakat Libya semlaam 42 tahun. Selama itu, rakyat Libya mengagap pemimpinan meraka adalah seorang oteriter.
Maka, wajar jika rakyat Libya merasakan kemerdekaan yang luar biasa, setelah mereka melakukan perjuangannya, dalam perjuangan mereka ikut serta bantuan Amerika dan sekutunya.
Dan setelah berhasil menggulingkan Khadafi dengan anggapa mereka telah terbebesa dari mulut harimau. Atas kemenengan tersebut rakyat Libya telah bersiap-siap menyambut sebuah era baru, yakni era Demokrasi.
Demokrasi yang akan memberikan paham baru terhadap rakyat Libya, menggantikan sistem Sosialis Islam yang merupakan paham dari Khadafi. Namun, seusai kematian Khadafi, perusahan negara seperti Amerika,Eropa, dan lain-lainya, telah bersiap untuk investasi, apakah ini maksud dari bagaimana Amerika dengan Natonya ikut berjuang bersama warga.
Entah, dasar apa Amerika ikut berperan aktiv dalam meruntuhkan pemimpin oteriter. apakah benara bahwa kedatangan mereka hanya untuk meruntuhkan Khadafi. hal ini sukar untuk dibuktikan, tapi jika melihat dari apa yang hendak diterapakan oleh Khadafi sudah terlihat bagaimana hubungan Khadafi dan Amerika. jangan sampai, mereka warga Libya masuk kealam lubang yang telah disipakan Amerika sendiri.
jadi tak ayal jika, dari mulut Harimau, jangan sampai mereka (rakyat Libya) masuk ke mulut buaya. setelah mereka merasa bebas dari mulut harimau.
Komentar
Posting Komentar